Pengelolaan Jaringan Internet Menggunakan Mikrotik Pada Sekolah Smp Dr Wahidin Sudirohusodo

Octara Pribadi

Abstract


Pada era informasi, internet memegang peranan cukup penting sebagai media yang menggantikan media informasi lain seperti koran, televisi, ataupun radio.Namun salah satu kelemahan internet ini adalah memiliki lebar pita (bandwidth) yang terbatas. Semakin besar lebar pita yang disewa, semakin mahal harganya. Untuk kegiatan-kegiatan ringan seperti browsing, atau chating mungkin tidak begitu masalah karena tidak mengkonsumsi bandwidth  yang besar, namun jika kegiatan yang dilakukan seperti unduh (download) video, video streaming dan sebagainya, akan menghabiskan seluruh jatah bandwidth yang disewa.

Jika hal diatas terjadi ditempat-tempat dimana bandwidth digunakan secara bersama-sama seperti warnet, hotspot café, maka ini akan mengganggu penggunaan internet bagi pengguna lainnya.Oleh sebab diatas, penulis menggunakan Mikrotik sebagai bandwidth limiter yang digunakan untuk membagi bandwidth secara merata untuk komputer-komputer yang berada pada warnet.


Full Text:

PDF

References


Farid, Gani, T. A. & Melinda. 2012. Optimalisasi Kinerja Jaringan Komputer Multi Layanan Dengan Metode Traffic Shaping Pada Mikrotik1: 78 – 86.

Nair, S. K. & Novak D. C. 2007. A Traffic Shaping Model For Optimizing Network Operations180: 1358 – 1380.

Pangera, A. A. 2004. Analisis Perbandingan HTB(Hierarchical Token Bucket) Dan CBQ(class Based Queuing) Untuk Mengatur Bandwidth Menggunakan Linux. Jurnal, STMIK Amikom, Jogjakarta.

Tanenbaum, A. S. & Wetherall, D. J. 2011. Computer Networks. 5th Edition. Pearson Education International: Boston.


Refbacks