IMPLEMENTASI ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK UMKM RESIKO SKALA KECIL
Isi Artikel Utama
Abstrak
Produk yang beredar di masyarakat beraneka ragam, mulai dari kebutuhan primer, sekunder sampai dengan kebutuhan tersier tersedia. Aneka ragam produk mulai dari yang umumnya digunakan sampai dengan hiasan juga tersedia. Keanekaragaman produk dan variasinya menjadikan pelaku UMKM menjadi kesulitan dalam menyediakan semua produk yang baik yang sejenis maupun yang lainnya. Produk yang tersedia dengan keanekaragaman tentu membuat pembeli menjadi banyak alternatif dalam memenuhi kebutuhan dan keperluan untuk sehari-hari sampai dengan gaya. Pelaku UMKM tentu harus melihat dengan jeli pemilihan produk yang akan dijual sehingga nantinya modal tidak tertahan pada produk terutama produk yang sepi peminat. Walaupun demikian ada produk yang banyak dicari pembeli karena harga produk tinggi sehingga banyak pelaku UMKM tidak menjualnya, sehingga perlu dipertimbangan untuk menyediakan stok. Penjualan produk tergantung kepada permintaan pasar dimana kadang harga tidak menjadi patokan. Pelaku UMKM dalam melakukan kegiatan bisnis tidak hanya mengandalkan kegiatan bisnis konvensional saja, karena pembeli lebih memilih pembelian secara online dan apabila sesuai kebutuhan, maka pembeli tidak ragu untuk datang ke tempat pelaku UMKM melakukan kegiatan bisnis. Hal ini dengan sendirinya akan meningkatkan penjualan produk berdasarkan kategori dan permintaan pasar.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) STMIK TIMEReferensi
[1] Ardiani, G.T., Apip Supriadi, Andi Rustandi, D. H. L. K. (2018). Analytical Hierarchy Process (AHP) Teknik Penentuan Strategi Daya Saing Kerajinan Bordir. Grup Penerbitan CV Budi Utama
[2] Pujawan, I Nyoman dan Mahendrawathi. (2017). Supply Chain Management. ANDI, Yogyakarta
[3] Azmi, T. U., Haryanto, H., & Sutojo, T. (2018). Prediksi Jumlah Produksi Jenang di PT Menara Jenang Kudus Menggunakan Metode Logika Fuzzy Tsukamoto. Sisfotenika, 8(1), 23. https://doi.org/10.30700/jst.v8i1.176
[4] Fathoni, M. Y., Prabowo, D. A., Wijayanto, S., Fernandez, S., & Susanto, A. (2022). Analisis Kinerja Rantai Pasok Produk Kedelai Menggunakan Metode Supply Chain Operation Reference. Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT, 7(2), 74–79. https://doi.org/10.30591/jpit.v7i2.3740
[5] S. P. Dewi, N. Nurwati, and E. Rahayu, “Penerapan Data Mining Untuk Prediksi Penjualan Produk Terlaris Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor,” Build. Informatics, Technol. Sci., vol. 3, no. 4, pp. 639–648, 2022.
[6] Imaroh, T. S., Widiyani, K., & Muttaqien, F. (2023). Value Chain and Supply Chain Management of Products from Women Farmer Groups in South Tangerang. Wiga : Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi, 13(2), 190–203. https://doi.org/10.30741/wiga.v13i2.1088
[7] Rainanto, B.H, 2019, Analisis Permasalahan Yang Dihadapi Oleh Pelaku Usaha Mikro Agar Berkembang Menjadi Usaha Kecil (Scalling Up) Pada Umkm Di 14 Kecamatan Di Kabupaten Bogor, Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 7(1), 201 –210,
[8] M. Faisal, W. S. Utami, and S. Parmica, “Implementasi Algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) Dalam Memprediksi Indeks Kemiskinan,” J. Sensi, vol. 9, no. 1, pp. 11–23, 2023.
[9] S. Hendrian, “Algoritma Klasifikasi Data Mining Untuk Memprediksi Siswa Dalam Memperoleh Bantuan Dana Pendidikan,” Fakt. Exacta, vol. 11, no. 3, pp. 266–274, 2018.